Tampilkan postingan dengan label Seminar Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seminar Internasional. Tampilkan semua postingan
Selasa, 05 Desember 2017
International Conference on ELT (INACELT) 2017 di IAIN Palangkaraya, tidak hanya menampilkan pembicara berkelas dunia.
Program tahunan bagi para guru, dosen, peneliti, serta pemerhati pembelajaran Bahasa Inggris ini juga akan membicarakan sejumlah persoalan mendasar yang telah ditulis melalui karya ilmiah.
Berdasarkan data yang didapat, setidaknya ada 95 karya ilmiah yang telah diterima panitia. Terdiri 42 paper dari IAIN Palangkaraya, dan 53 lainnya beralas dari luar perguruan tinggi.
Setelah sukses menggelar International Islamic Research Forum, IAIN Palangkaraya kembali menyiapkan hajatan akbar bertaraf dunia lainnya.
Kali ini, event dimaksud adalah International Conference on ELT (INACELT). Pembicaranya, tidak hanya dari perguruan tinggi dalam negeri, melainkan juga datang dari berbagai negara.
Sabtu, 02 Desember 2017
International Conference on ELT pada 15-16 Desember 2017 di IAIN Palangka Raya merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh program studi Tadris Bahasa Inggris FTIK IAIN Palangka Raya guna menyediakan wadah bagi guru, dosen, peneliti dan pemerhati Pembelajaran Bahasa Inggris mempublikasikan karya ilmiah mereka.
Paper yang dipresentasikan di INACELT akan di publikasi pada 1 dari 3 jenis publikasi, yakni:
1. E-proceding ber e-isbn, 2. JEFL terindex DOAJ, dan 3. Proceeding terindex scopus.
Tentu saja setelah melalui tahapan review dan revisi. Khusus untuk proceeding terindex scopus, setelah conference akan diberikan waktu 3 minggu utk melakukan penyesuaian untuk kemudian melalui tahap review and revision oleh Prof.Petter dan pak Ismail S. Wekke, Ph. D. Tulisan yang masuk harus melalui tahap review, direvisi oleh penulis, re-review, revised sampai baik menjadi final draft.
Selain seminar, akan dilaksanakan Workshop yakni Workshop On Flipped Classroom, Workshop on ICT based ELT dan Workshop on Internationally Published Article and Mendeley Software. Workshop memberikan beberapa tips-tips jitu bagaimana menulis dan publikasi karya-karya di jurnal-jurnal yang bereputasi dan internasional.
Sumber: Panitia INACELT Prodi TBI IAIN Palangka Raya
International Conference on ELT IAIN Palangka Raya Tahun 2017 merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh program studi Tadris Bahasa Inggris FTIK IAIN Palangka Raya guna menyediakan wadah bagi guru, dosen, peneliti dan pemerhati Pembelajaran Bahasa Inggris mempublikasikan karya ilmiah mereka.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 15-16 Desember 2017 di aula utama IAIN Palangka Raya dengan menghadirkan Assoc. Prof. Petter dari Tohoku University, Jepang; Spenser Edward Lemaich, M.A dari Amerika Serikat, dan Ooi Choon Meng, M. Ed dari Institute of Teacher Education dari Malaysia sebagai pembicara internasional.
Baca: Pendaftaran INACELT IAIN Palangka Raya sebagai Pembicara, Peserta Seminar dan Peserta Workshop
Baca: Pendaftaran INACELT IAIN Palangka Raya sebagai Pembicara, Peserta Seminar dan Peserta Workshop
Pada saat ini telah dilakukan review atas 53 abstrak dan paper dari luar IAIN Palangka Raya serta 42 paper dari IAIN Palangka Raya. Paper yang berasal dari luar IAIN Palangka Raya diantaranya 1 paper berasal dari Laos, 3 paper berasal dari Malaysia, 2 paper berasal dari Universitas Negeri Malang, 1 paper berasal dari UNESA Surabaya, 2 paper berasal dari IAIN Banten, 1 paper berasal dari STKIP Mojokerto, 3 paper berasal dari UIN Antasari Banjarmasin, 1 paper berasal dari UIN Bandung, 1 paper berasal dari STAIN Sorong, 1 paper berasal dari UIN Malang, 1 paper dari UIN Jakarta, 6 paper dari UPR Palangka Raya.
Sumber: Panitia INACELT TBI IAIN Palangka Raya
Sumber: Panitia INACELT TBI IAIN Palangka Raya
Kamis, 30 November 2017
Kali Pertama setelah mengadakan seminar Nasional "The First NACELT (National Conference on ELT)" pada tahun 2015 dan The Second NACELT (National Conference on ELT) pada tahun 2016, Kini IAIN Palangka Raya akan mengadakan INACELT (International Conference on ELT) pada tanggal 15-16 Desember 2017 di Aula IAIN Palangka Raya dan Gedung Perkuliahan FTIK IAIN Palangka Raya dengan tema inti "Incorporating Technology to Empower Teachers and Practitioners toward 21th Century ELT" Kegiatan ini telah mengundang 4 pembicara utama dari Luar Negeri yakni;
Alumni adalah produk dari proses pendidikan sebuah perguruan tinggi.
Kualitas alumni menjadi salah satu indikator kualitas perguruan tinggi
bersangkutan. Mulai sekarang, kualitas alumni tidak hanya dilihat dari
ijazah dan transkrip nilainya, tapi juga dari Surat Keterangan
Pendamping Ijazah (SKPI).
Hari ini, Rabu (29/11), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)
memberikan sosialisasi tentang SKPI ini kepada tak kurang dari dua ratus
lulusan tahun 2017. Bertindak selaku narasumber Dra. Rodhatul Jennah,
M.Pd, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kurikulum, dan Drs. Gito Supriadi,
M.Pd, Wakil Dekan Bidang Kemahsiswaan dan Kerjasama.
| Wadek I sedang memberikan arahan tentang blangko SKPI |
“SKPI ini sebenarnya mulai diberlakukan sejak 2016, tapi di FTIK kita
ini baru diberlakukan untuk lulusan 2017,” ujar Rodhatul Jennah. SKPI
ini sebagai alternatif khususnya bagi para alumni fakultas pendidikan
berhubung Akta IV sudah tidak dikeluarkan lagi sejak 2016.
![]() |
| Ribuan
siswa dari berbagai sekolah membanjiri kampus IAIN Palangka Raya untuk
mengikuti Internasional Islamic Research Forum 2017, Senin (27/11/2017).
|
Ribuan siswa dari berbagai sekolah membanjiri kampus
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Senin (27/11/2017).
Kehadiran mereka untuk mengikuti kegiatan Internasional Islamic Research
Forum 2017 yang berlangsung di Aula IAIN sekitar pukul 08.30 WIB.
"Hari ini tidak kurang dari 2.000 siswa kelas XII membanjiri kampus IAIN Palangka Raya," kata Rektor IAIN Ibnu Elmi AS Pelu.
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Ibnu Elmi AS Pelu mengatakan sudah saatnya seluruh mahasiswa maupun dosen untuk bangga terhadap kampusnya sendiri.
Hal ini dia sampaikan di sela kegiatan Internasional Islamic Research Forum 2017 yang berlangsung di aula IAIN Palangka Raya, Senin (27/11/2017).
Rabu, 29 November 2017
TEROBOSAN demi terobosan dilakoni Rektor Institut Agama Islam
Negeri (IAIN) Palangka Raya, Ibnu Elmi Aspellu. Usai menjalin kerjasama
dengan berbagai perguruan tinggi di Malaysia, Jepang dan Belanda.
KINI perguruan tinggi berbasis ilmu Islam ini
membuka akses joint university di Palangka Raya, sehingga kampus ini
bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi di luar negeri, seperti
menggandeng Universitas Islam Sultan Syarif Ali, Brunei Darussalam.
International Islamic Research Forum (IIRF) 2017 tidak hanya berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi penelian dan kerja sama.
Forum yang digelar di IAIN Palangkaraya itu ternyata juga menghasilkan sejumlah pemenang pada kategori berbeda.
Mereka yang mendapat penghargaan itu merupakan para pelajar yang ikut berpartisipasi.
Mereka umumnya berasal dari pendidikan SLTA se-Kalteng.
Forum yang digelar di IAIN Palangkaraya itu ternyata juga menghasilkan sejumlah pemenang pada kategori berbeda.
Mereka yang mendapat penghargaan itu merupakan para pelajar yang ikut berpartisipasi.
Mereka umumnya berasal dari pendidikan SLTA se-Kalteng.
Sukses menggelar pertemuan bertajuk Internasional Iskamic Research
Forum (IIRF) 2017, IAIN Palangkaraya juga berhasil melebarkan sayap
kerja sama.
Ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan kesepakatan bersama
antara Fakultas Syariah IAIN Palangkaraya dengan fakultas yang sama dari
enam perguruan tinggi Islam yang ada di tanah air.
![]() |
| Suasana jamuan makan malam di pendopo Rujab Walikota Palangkaraya, Senin (27/11/2017) malam. |
Pertemuan khusus digelar Wali Kota Palangkaraya dengan para dekan dan dosen syariah, Senin (27/11/2017) malam.
Berlokasi di pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, para peserta
International Islamic Recearch Forum (IIRF) 2017 yang dihelat IAIN
Palangkaraya, juga mendapatkan jamuan makan malam.
Perhelatan akbar International Islamic Reseach Forum (IIRF) 2017 yang digelar IAIN Palangkaraya, Senin (27/11/2017) dibuka..
Meski dua menteri yang dijadwalkan hadir, ternyata berhalangan. Mereka adalah Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, hari ini ada rapat terbatas di Jakarta sehingga menteri berhalangan hadir,"ujar Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu.
Meski dua menteri yang dijadwalkan hadir, ternyata berhalangan. Mereka adalah Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, hari ini ada rapat terbatas di Jakarta sehingga menteri berhalangan hadir,"ujar Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu.
Langganan:
Postingan (Atom)


















